Konsep Three Wise Monkeys (Tiga Monyet Bijak)—yang terdiri dari Mizaru (tidak melihat kejahatan), Kikazaru (tidak mendengar kejahatan), dan Iwazaru (tidak berbicara kejahatan)—memiliki akar sejarah yang berasal dari filsafat Konfusianisme Tiongkok kuno sebelum akhirnya diadaptasi dan dipopulerkan di Jepang, terutama melalui ukiran kayu abad ke-17 yang terkenal di Kuil Tōshō-gū, Nikkō. Secara filosofis, ketiga monyet ini melambangkan prinsip moral kehati-hatian dan disiplin diri untuk menjaga kesucian pikiran serta jiwa dengan cara menolak untuk menyerap atau menyebarkan hal-hal negatif. Pesan ini bukan bermaksud menganjurkan sikap apatis atau menutup mata terhadap masalah dunia, melainkan mengajarkan kebijaksanaan untuk secara sadar menyaring pengaruh buruk dari luar agar kita dapat berfokus pada kebaikan, kedamaian, dan tindakan yang etis dalam kehidupan sehari-hari.